White Blood

White Blood

Mata ini sungguh berat melawan rasa yang tak tertahankan ini. Tak kuasa lagi aku menahan mata ini untuk terus terbuka. Kulihat tulisan di bukuku yang ada persis di hadapanku, lama-lama semakin tampak buram dan akhirnya tak kelihatan karena aku telah menutup mataku. Sebentar aku tersadar bahwa aku baru saja terlelap. Aku berusaha tetap membuka mataku dengan sekuat tenaga. Tetapi tetap saja pula tak mampu menahan rasa ini. Tanganku yang masih memegang pena itu mengarah ke meja. Kemudian menyusul kepalaku bertumpu pada tangan kananku. Di atas buku-buku yang masih berserakan aku terlelap tidur.

“Kreet, kreet”

Suara itu membangunkanku dari tidurku. Sedikit demi sedikit ku buka mataku. Pena yang tadi ku genggam, kini tak ada lagi di tanganku. Aku berdiri dan ku angkat tanganku ke atas untuk melepas beban yang ada padaku. Sesaat itu mataku tertuju pada meja. Ku lihat sebercak merah ada pada bukuku yang putih itu. Tampak jelas sekali bercak itu di bukuku. Aku mendekatinya dan kuambil bukuku. Aku mengamatinya.

“Darah??” aku bertanya pada diriku sendiri.

Continue reading

Asal Usul Tlatah KENDAL

ASAL USUL KENDAL

Bhatara Katong utowo Sunan Katong karo pasukane tekan ing Kaliwungu lan milih panggonan ing pegunungan penjor utowo pegunungan telapak kuntul melayang. Pirang-pirang tokoh ing rombongan kayata Ten Koe Pen Jian Lien, Han Bie Yan lan raden panggung. Ing cerita tutur utowo cerita rakyat, ketelu tokoh iku ing sawijineng dina kondang kanthi jeneng tekuk penjalin, Kyai Gembyang lan Wali Joko.

Penyebaran Agama Islam ing sekitar Kaliwungu ora ana alangan apa-apa. Nanging mlebu tlatah kang rada ngulon ana sawijineng tokoh agama Hindu/Budha, dheweke yaiku mantan petinggi kadipaten ing kerajaan majapahit kanggo tlatah Kendal/Kaliwungu, sing jenenge Suro Menggolo utowo Empu Pakuwojo.

Continue reading